SEPENGGAL CRITA INDAH
AWAL
beberapa sorotan lampu senter dgn skala jutaan
nyala lilin terlihat saling melintang dan menyorot pinggiran sungai
tersebut , banyak sekali terlihat polisi2x berseragam dan berpakaian
seragam dan berpakaian preman berkeliaran disana ,dan terlihat jg
beberapa tim medis ikut sibuk di pinggiran sungai tersebut ...
malam
itu suasana sungguh mencekam , tampak dipinggiran sungai , dimana
terlihat sesosok mayat wanita muda yg telah di mutilasi habis2xan
dikelilingi oleh para pihak berwenang utk di selidiki... dan ini adalah
kejadian yg kesekian kalinya dalam dua tahun ini... polisi sepertinya
tidak mendapatkan petunjuk sama sekali dan semakin buta akan kasus ini
, sama hal nya seperti gelap pekatnya malam itu , segelap dan sepekat
itu pula petunjuk bagi para polisi akan kasus tersebut....
KE ESOK HARI
sambil
bersiul riang ... dia sedang membetulkan dasi kesayangan dia sambil
bercermin ,dan diraihnya sisirnya serta dirapikan rambutnya dgn sisir
tersebut , setelah yakin akan sempurnanya penampilan dia pagi itu,
diapun melangkah keluar rumah menuju tempat mobil nya di parkirkan...
tak lupa sambil menyapa para tetangganya yg sedang beraktivitas pagi ,
dia pun masuk kedalam mobil dan pergi...
Hery... sosok
pria tersebut , terkenal di kalangan tetangga di daerah komplek
rumahnya sebagai sosok yg riang dan suka bercanda , dan dia adalah
seorang editor dari sebuah surat kabar terkenal bernama The Rakyat
Jelata.... dia memiliki hubungan yg sangat luas dgn kalangan pejabat
dan selebriti... dan memang sosok tersebut jg terlihat aktif sekali
dalam kancah politik di daerah tersebut...
malahan ada beberapa sumber jg mengabarkan bahwa Hery akan terjun dalam pencalonan walikota utk tahun mendatang...
tak lama kemudian dia pun sampai ke pelataran parkir dari gedung The Rakyat Jelata....
masih
dgn siulan dia yg khas , sambil menyapa orang2x yg lalu lalang disana
.. dia pun masuk kedalam lift dan naik menuju ke tingkat dimana ruangan
nya berada...
Tetapi sebelum kakinya melangkah masuk kedalam
ruangan pribadinya , tampak stafnya dgn raut muka yg serius dgn langkah
kaki yg cepat segera menghampirinya dan menyerahkan seberkas laporan
kepadanya sambil berkata ... " pak, ada korban mutilasi lagi pak...
kemarin tengah malam ditemukan , dan ini laporan lengkapnya..."
sambil
mengerutkan keningnya , hery tampak mulai membaca laporan tersebut dgn
serius , hilang sudah senyum dan siulan yg dari tadi menghias wajah ...
"segera angkat berita ini di halaman pertama utk harian sore
nantinya..."kata hery sambil terus membolak balikkan foto2x dari tkp...
" ini... saya mau foto ini dan ini di halaman pertama , kamu atur dgn
anak2x , tidak usah lapor kembali lagi kesaya...",sambung Hery kemudian
diapun melangkah masuk kedalam ruangan pribadinya...
duduk
disana sambil menghirup secangkir kopi yg tersedia disana , dan dia pun
terlihat semakin serius tenggelam kedalam berkas2x laporan tadi ,
sambil sesekali terdengar dia berguman sendiri... " hmmm...."
MALAM...
"Khkhkhhkh...
bagus... sepertinya dewi fortuna semakin tersenyum kepadaku, baru saja
aku menunggu , telah muncul mangsa yg siap utk memuaskan nafsu ku
khkhkhkhh..." guman sosok hitam itu , secarik senyum yg aneh bagi mata
awam utk dilihat tampak menghias bibir nya yg terlihat tertutup
bayangan dari topi yg menutup kepalanya...
matanya tampak
tajam melihat ke arah dua sosok wanita yg sedang bersenda gurau dalam
kondisi setengah mabuk... terlihat sepertinya mereka baru saja
merayakan sesuatu sambil minum2x di bar kota ...
tak lama kemudian kedua sosok wanita itu pun berpisah jalan ...
sosok
dibalik topi itu kemudian mengikuti salah satu dari wanita tersebut yg
lebih menarik minatnya.. di ikuti wanita tersebut sepanjang jalan...
disaat
mereka sampai ke sebuah jalanan yg sepi.. dgn sigap sosok hitam itu
langsung menyergap wanita itu dan menempelkan sebuah sapu tangan yg
telah berisi cairan bius utk membius wanita itu... gelap... pandangan
wanita itu pun semakin gelap dibalik rontahan nya yg semakin melemah...
sosok
hitam itu langsung membopong wanita tersebut dan ditinggalkan nya
terlebih dahulu si sebuah gang gelap setelah dia yakin dgn sangat kalau
wanita malang itu benar2x telah pingsan, dia pun pergi mengambil
kendaraan nya , kembali ke gang itu ,mengangkut wanita malang itu dan
menuju ke tak lain tak bukan , tentunya menuju ke dekat sungai tempat
dimana yg selalu dia menuntaskan hasratnya akan darah , erangan
ketakutan dari wajah korban dan tentunya hembusan nafas terakhir dari
mata korban yg ketakutan dgn mata yg tak terpejamkan utk selamanya...
sesampainya
didekat sungai tersebut.. diapun menyeret sosok malang itu menuju tepi
sungai yg dia rasa aman utk melanjutkan kesenangannya... ditelanjangi
terlebih dahulu sosok wanita tsb tanpa lupa mengikatnya dgn erat...
lalu...
dikeluarkan sebuah dompet kecil yg berisi jarum yg telah
terpasang tali senar utk memancing... sambil tersenyum seringai..
diapun menjahit mulut wanita malang tersebut , erat.. jahitan yg sangat
erat.... tampak darah mulai menetes dari bekas tujukan jarum di mulut
wanita tersebut... setelah selesai... diapun mengeluarkan sebotol
cairan yg sangat menyengat yg mampu utk menyadarkan wanita tersebut...
disadarkannya wanita malang itu...
sosok wanita itu tampak
sangat ketakutan... amat sangat takut... ini terlihat dari sorot
matanya yg menyiratkan kengerian akan maut yg diyakininya akan segera
menghampirinya...
(dan aku yakin sekali... jika aku berada
diposisi wanita itu , musik2 bernuansa gelap dan horor pasti akan
terngiang2x sayup di teringa ku... )
sosok tak berdaya itupun
mulai menangis.. raungan yg tak kunjung dia teriakkan tertahan
ditenggorokannya saat itu... tertahan oleh rasa takut yg amat sangat
dan senar yg telah dijahitkan utk mendiamkan mulutnya... apalagi dia
tak bisa bergerak sama sekali karena telah terikat dgn simpul mati yg
menyakitkan....
"ohhh sayangku... " kata sosok hitam itu sambil seringai dan mengelus pipi korbannya...
"mari
kita pentaskan dgn indah peran di episode malam ini... puaskan diriku
hahahaha...puaskan...." , sekelebat kilatan dari besi tipis yg dingin
terlihat saat sosok hitam itu mencabut nya... belati... ternyata sebuah
belati yg dia cabut dari balik pinggangnya...
dgn gerakan yg
sangat cepat diapun mengiriskan belatinya menyayat kedua ketiak dan
bagian belakang dari lutut korbannya... sakit... perih... itu yg
dirasakan oleh wanita malang tsb...gemetar ... gemetar yg tak kunjung
hilang dari awal , sekarang bertambah setelah ditambah sayatan yg
menyakitkan dan melumpuhkan itu... getaran tubuh itu telah berubah...
bertransformasi lebih tepatnya menjadi kelojotan yg menggila ,seperti
halnya ikan yg kesakitan terpancing keluar dari dalam air...
mata
yg terbelalak dari tubuh yg menyakitkan itu seakan tidak percaya dgn
apa yg baru saja dialaminya... wanita itu pun makin bergeliat semakin
menggila... dan itu adalah sebuah pemandangan yg sangat indah bagi
sosok hitam tsb... matanya berbinar dan seringainya semakin melebar...
dgn penuh kegembiraan sambil menyaksikan reaksi dari wanita itu...
diapun mulai berjongkok dan menancapkan pelan2x belatinya menembus
pangkal paha kaki kiri dari wanita malang itu
mili demi mili...
senti demi senti sampai akhirnya amblaslah seluruh belati itu kedalam
pangkal paha kiri wanita tersebut... dan dgn gerakan yg kasar diapun
mengorek2x belati itu utk menambah sensasi kenikmatan utk nya ,dimana
hal tsb merupakan penyiksaan yg sangat mengerikan dan menyakitkan buat
si korban, lalu diapun mulai melakukan hal yg sama utk paha kanan sang
korban...
darah telah membanjiri tanah dimana dia tergolek....
sosok malang itu telah lemas dan tak berdaya... geliat itu makin
melemah.. tapi tidak sama hal nya dgn gemetar yg dia rasakan... gemetar
itu masih saja terlihat jelas ...
lalu sosok hitam itu pun
menempelkan belatinya secara vertikal di dagu wanita malang itu... dia
harus segera menyelesaikan permainannya... meskipun dia merasa enggan
utk mengakhiri dgn cepat... tapi apa daya... kawatir ada yg mencium
perbuatannya
belati itu pun dia sayatkan secara vertikal dari
dagu menuju leher,terus turun menuju dada lalu keperut dan seterusnya
sampai membentuk garis vertikal melewati pangkal pahanya...
diapun
berdiri dan melihat reaksi dari perlakuannya terhadap korbannya dgn
penuh kegembiraan ... sampai akhirnya kelojotan itupun terhenti...
terhenti utk selamanya....
diapun bangkit dan berlalu dari
sana... pergi... pergi dgn senyum seringai penuh kepuasan dan air muka
yg penuh kegembiraan ,seolah olah... baru saja selesai meraih sebuah
kenikmatan yg sangat indah....
BERSAMBUNG.... :mumi:
_________________

